Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Potret Buram Komunikasi Elite GMNI

Kondisi internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini dinilai memprihatinkan akibat konflik dualisme dan perebutan legalitas di tingkat elite. Para pemimpin organisasi dituduh lebih mengutamakan ambisi pribadi dan kekuasaan daripada kepentingan publik, sehingga fungsi GMNI sebagai 'Rumah Juang' bergeser menjadi alat keuntungan segelintir orang.

Krisis komunikasi dan perebutan Surat Keputusan (SK) di tingkat atas berdampak buruk pada struktur bawah. Akibatnya, banyak komisariat mengalami kondisi mati suri dan tidak berjalan optimal karena para kader hanya dijadikan objek legitimasi untuk melanggengkan kekuasaan elite.

Berita terkait