Prabowo Berencana Ganti Nama BNN Jadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penggantian nama Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika. Pengumuman ini disampaikan saat acara penyerahan dana sebesar Rp 13,2 triliun dan lahan seluas 259 ribu hektare hasil kerja Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Selasa (6/10). Prabowo menyatakan bahwa perubahan nama ini bertujuan untuk memperbaiki identitas lembaga yang bertugas melawan narkotika di Indonesia.
Menurut Prabowo, BNN telah berhasil mengungkap berbagai jaringan narkoba hingga tingkat kampung narkoba di seluruh Indonesia. Ia menyebut lembaganya telah berhasil memberantas puluhan jaringan dan puluhan kampung narkoba. Namun, Prabowo tidak menjelaskan secara rinci alasan teknis di balik penggantian nama tersebut.
Presiden juga menyampaikan keprihatinannya terhadap risiko yang dihadapi petugas keamanan dalam operasi penanggulangan narkoba. Ia menyatakan bahwa beberapa petugas kepolisian telah kehilangan nyawa saat berusaha untuk menertibkan dan membongkar jaringan narkoba di berbagai wilayah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.10
Prabowo: Rp 52 Triliun Sudah Kita Selamatkan dalam 2 Tahun!
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 16.58
Video: Jaksa Agung 'Pamer" Tumpukan Uang Sitaan Satgas PKH ke Prabowo
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 15.51
Kejagung Akan Serahkan 'Uang Segunung' Rp13,2 T ke Negara Sore Ini
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.47
Menko Dudung Ungkap Arahan Prabowo soal Papua: Rebut Hati Rakyat
Berita terkait
Komjen Dedi Prasetyo Yakin Polri Makin Baik di Bawah Kepemimpinan Jenderal Suyudi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 23.21
Prabowo Tunjuk Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pengamat: Kedekatan Personal Itu Tak Terhindarkan...
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.00
KAI sebut 1.404 perlintasan sebidang segera dipasang portal otomatis
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 06.43
Tuntut Prabowo Bubarkan 'Ormas Preman', Habib Rizieq: Jangan Biarkan Masuk ke Kampung, Ganggu Orang!
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 06.15