Prabowo di Rusia: Perdagangan Berkali-kali Digunakan sebagai Senjata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, bahwa perdagangan kini menjadi alat senjata dalam geopolitik global yang terfragmentasi. Ia menekankan bahwa rantai pasok global sedang dibentuk ulang berdasarkan kecurigaan, sementara sistem keuangan terpecah berdasarkan geografi. Prabowo menilai kondisi ini mendorong negara untuk membangun lebih banyak akses kerja sama di sektor pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan sebagai jawaban praktis. Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan pentingnya ketahanan sistem keuangan global agar tidak bergantung pada satu arsitektur saja. Menurutnya, keberadaan saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang dapat diandalkan menjadi faktor kunci untuk menjaga kelancaran perdagangan internasional. Prabowo menjelaskan bahwa gagapannya bukan untuk mengganti satu sistem keuangan dengan sistem lain, melainkan memastikan sistem keuangan global dapat beroperasi berdampingan dengan pengaturan yang sudah ada guna menjaga stabilitas dan kepercayaan dalam perdagangan internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 3 September 2026 pukul 16.01
Prabowo: Secara Ekonomi, Indonesia Ingin Kerja Sama dengan Semua Negara Sahabat
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.49
Prabowo Tagih Negara Eurasia Ratifikasi Perjanjian Dagang
VOI · 3 September 2026 pukul 13.35
Presiden Prabowo Sebut Forum Ekonomi Timur Memiliki Potensi Menjadi Jembatan Kerja Sama dan Konektivitas Kawasan
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 18.37
Sejumlah Fakta tentang Forum Ekonomi Timur Rusia 2026
Berita terkait
Prabowo Dorong Babak Baru RI dan Rusia: Ubah Persahabatan Jadi Hal Pragmatis
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.04
Prabowo Ungkap Alasan Indonesia dan Rusia Cocok Kerja sama
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 17.04
Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas ke Rusia
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.39
Makan Bareng, Ini Menu Makan Siang Prabowo-Putin di Vladivostok Rusia
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.37