Prabowo Diminta Presiden Korsel Kunjungi Korut Buka Ruang Dialog
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Seoul, Korea Selatan. Dalam pertemuan dengan pengurus Kadin Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden Korsel Lee Jae Myung memintanya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka ruang dialog antara kedua negara.
Prabowo menegaskan bahwa permintaan tersebut merupakan buah dari politik luar negeri Indonesia yang bersahabat dengan semua negara tanpa memihak blok tertentu. Ia menjelaskan Indonesia menjalin hubungan baik dengan berbagai negara besar, termasuk AS, Tiongkok, Rusia, Jepang, India, dan Australia, serta tetangga regional seperti Papua Nguine. Menurut Prabowo, sikap netral dan tidak memihak inilah yang menjadi modal kuat diplomasi Indonesia di tingkat internasional sehingga diterima oleh berbagai pihak.
Kisah ini menggambarkan posisi unik Indonesia dalam percakapan diplomatik kawasan Asia Timur, di mana kebijakan bebas-aktif dimanfaatkan untuk menjembatani komunikasi antarnegara yang memiliki ketegangan satu sama lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 18.50
Prabowo: Presiden Korsel Minta Saya ke Korea Utara untuk Buka Dialog
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 16.17
Prabowo Cerita Diminta Presiden Korsel Buka Dialog dengan Korut
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 17.13
Prabowo diminta Presiden Korsel jembatani dialog dengan Korut
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 16.01
Terungkap, Presiden Korsel Minta Prabowo Berkunjung ke Korea Utara
Berita terkait
Arrmanatha Nasir jadi Menlu, Pengamat: Arah Politik Luar Negeri Belum Tentu Ganti
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 21.45
Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Tak Baik Kalau Diundang Kita Tak Datang
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.13
Prabowo Sebut Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif: Kita Tak Ikut Blok Mana Pun
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 08.59
Trump Mulai Selingkuh ke Kim Jong Un, Korsel Siapkan Skenario Terburuk
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.40