Prabowo Sebut Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif: Kita Tak Ikut Blok Mana Pun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350304/original/072674400_1789610287-prabowo_menjawab.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak ingin bergabung ke dalam blok atau kekuatan tertentu. Dalam program 'Presiden Prabowo Menjawab', Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia selalu ingin bersahabat dengan siapa saja dan membuka ruang untuk kerja sama dengan berbagai negara. Prinsip ini menjadi alasan dirinya memenuhi undangan dari berbagai negara, termasuk dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.
Prabowo menekankan bahwa kunjungan ke berbagai negara, seperti Rusia, Perancis, Inggris, Turki, negara-negara Arab, Tiongkok, dan Jepang, tidak menunjukkan keberpihakan Indonesia kepada satu kekuatan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki peran strategis. Terutama dengan Rusia, yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, memiliki wilayah terbesar di dunia, dan kaya akan sumber daya alam.
Prinsip bebas aktif juga berlaku ketika Indonesia mendapat undangan dari Amerika Serikat atau negara lainnya. Bagi Prabowo, memenuhi undangan negara sahabat adalah bagian dari diplomasi yang menjaga komunikasi dan hubungan baik di kancah internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.13
Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Tak Baik Kalau Diundang Kita Tak Datang
Detik.com · 16 September 2026 pukul 18.38
Prabowo Cerita Paling Sering Diundang Rusia, Tegaskan RI Non-Blok
Berita terkait
Prabowo Lepas Kepulangan PM Thailand di Halim, Bersalaman dan Salam Hormat
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.04
Prabowo Diminta Presiden Korsel Kunjungi Korut Buka Ruang Dialog
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 17.20
Di KTT BRICS, Prabowo Singgung Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Negara
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 21.56
Qodari Ungkap Misi di Balik Kunjungan Prabowo ke Rusia
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 07.18