Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Ganti Kepala Bakom Hingga Tiga Kali, Ujian Kematangan Sistem Komunikasi Pemerintah?

Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan dan Fadli Hartono sebagai Kepala dan Wakepala Bakom RI pada 2 Oktober 2026. Ini menjadi pergantian pimpinan ketiga Bakom dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Pengamat komunikasi politik Azwar dari FISIP UPN Veteran Jakarta menyatakan frekuensi pergantian ini perlu menjadi bahan evaluasi terhadap konsistensi dan tata kelola komunikasi pemerintah. Menurutnya, stabilitas sistem komunikasi lebih penting daripada stabilitas pimpinan, karena sistem yang kuat akan tetap konsisten meski ada pergantian kepala. Bakom, yang dibentuk berdasarkan Perpres 96 Tahun 2025, bertugas mengorkestrasi komunikasi dan informasi terkait kebijakan serta program strategis pemerintah. Pada fase awal pembentukan lembaga, kontinuitas kepemimpinan penting untuk membangun sistem, kultur organisasi, jaringan media, dan pola koordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait. Azwar menekankan bahwa pergantian pimpinan Bakom sebanyak tiga kali dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas dan konsistensi desain strategi komunikasi pemerintah. Namun, ia menilai belum tepat jika pergantian ini langsung disimpulkan sebagai kegagalan. Yang lebih relevan adalah mengevaluasi apakah perubahan figur pimpinan turut mengubah arah dan sistem komunikasi pemerintah secara keseluruhan. Menurutnya, pergantian kepala Bakom menjadi ujian terhadap kematangan sistem komunikasi pemerintah. Kepala boleh berganti, tetapi strategi, ingrian memori institusional, koordinasi, dan konsistensi pesan pemerintah seharusnya tidak ikut berganti. Jika setiap pergantian pimpinan diikuti dengan perubahan arah komunikasi, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya orang yang berganti, melainkan desain komunikasi pemerintah itu sendiri.

Berita terkait