Prabowo Minta Masyarakat Hindari Kegiatan Memicu Karhutla di Tengah El Nino
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan, termasuk di Pontianak dan Palangkaraya, untuk memantau proses pemadaman di tengah kondisi El Nino yang ekstrim dan kemarau yang cenderung panjang. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan rapat terbatas dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan laporan kebutuhan pemadam api. Berdasarkan laporan tersebut, Prabowo langsung memutuskan penambahan peralatan pemadam seperti helikopter water bombing, pompa air, pompa sumur bor, mobil tangki, dan kendaraan pemadam kebakaran lainnya untuk penguatan operasional di lapangan. Prabowo juga menginstruksikan agar masyarakat segera dilindungi dan terbantu, sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pemadaman, termasuk TNI, Polri, BNPB, BMKG, relawan, dan tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Presiden juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, karena kondisi kemarau saat ini sangat rentan dan berdampak besar bagi kehidupan dan lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 21.30
Prabowo Perintahkan Tambah Helikopter dan Personel Tangani Karhutla Kalimantan
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 20.06
Prabowo Kirim 1.200 Prajurit Tambahan untuk Tangani Karhutla Kalimantan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.03
Dari Kalimantan ke Sumatra, Presiden Prabowo Terus Kawal Penanganan Karhutla
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.23
Prabowo Cek Kebakaran Hutan Tanpa Menhut dan Menteri LH, Ini Alasannya
Berita terkait
Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.08
DPR Ingatkan Pelaku Usaha untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.43
Kepala BNPB: OMC, Operasi Darat, dan Operasi Udara Dipadukan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 17.13
Bencana Bertubi-tubi, Gibran: Saya Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.40