Pramono Akui Birokrasi Ruwet Sempat Bikin Revitalisasi Blok M Maju-Mundur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui proses revitalisasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sempat berjalan maju-mundur karena hambatan birokrasi internal. Ia menyatakan ketidakpastian tersebut membuatnya meminta Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mencari investor lain jika kendala terus berlanjut. Namun, kendala utama justru berasal dari kalangan birokrasi, bukan karena kurang minat investor. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI telah menerbitkan Pergub Nomor 11 Tahun 2026 yang menyederhanakan proses perizinan dan kebutuhan pengembangan kawasan seperti KLB dan SLF. Revitalisasi Blok M fase Ultimate mencakup lima transformasi utama: revitalisasi terminal, pengembangan mixed use, peningkatan aksesibilitas, destinasi komersial baru, dan ruang terbuka publik. Targetnya, kawasan akan berukuran 10 kali lipat lebih besar dari kondisi saat ini, sementara ruang terbuka publik diperluas lima kali lipat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 17.38
Jika Stasiun MRT Harmoni Selesai, Pramono Impikan Pasar Baru Layaknya Myeongdong
Berita terkait
Gubernur Pramono Kaji Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada hingga Kota Tua
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 13.44
Pramono: Blok M Hub Groundbreaking Pekan Depan, Bakal Dibangun Dua Tower
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 13.04
Pramono Siapkan Proyek TOD di Blok M, Ada Apartemen hingga Mal
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.57
Pramono Kaji Ulang Penerapan Ganjil Genap di Jl Gajah Mada dan Hayam Wuruk
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 10.06