Pramono Optimalkan TPS 3R di DKI, Sampah ke Bantargebang Tinggal Residu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Jakarta dioptimalkan untuk mengolah sampah sebelum dikirim ke TPST Bantargebang. Mulai 1 Agustus 2026, hanya sampah residu yang akan dibuang ke Bantargebang, mengubah sistem dari "angkut-buang" menjadi "pilah-angkut-olah" berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
TPS 3R Menteng Atas menjadi contoh, mengolah sampah rumah tangga dan sektor horeka menjadi bahan bakar alternatif (RDF). Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 150 ton per hari, tetapi baru beroperasi satu sif dengan sekitar 30 ton per hari. Pramono meminta peningkatan operasional minimal dua sif untuk efisiensi lebih baik.
Terdapat sekitar 31 titik TPS 3R di Jakarta, namun belum beroperasi optimal. Pemprov DKI tidak berencana menambah TPS 3R baru pada 2026, fokus memaksimalkan kapasitas yang ada melalui kerja sama pihak ketiga. Jika setiap TPS 3R mengolah sekitar 100 ton per hari, total pengolahan bisa mencapai 3.000 ton per hari, mengurangi signifikan sampah ke Bantargebang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.25
Reformasi Sistem Pengelolaan Sampah DKI, Bantargebang Khusus Residu
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 15.49
DKI Punya Lahan Baru 40 Hektare di Banten, Khusus untuk Sampah Organik
Berita terkait
DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Turun ke Bantargebang, Ada Persoalan Serius
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 17.46
Bantargebang Tutup Pintu 2027, Maybank Ajak Siswa Pilah Sampah
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 17.25
Sampah Jakarta ke Bantargebang Turun 500 Ton per Hari, Pramono Ungkap Sebabnya
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.14
Pramono Sebut Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton/Hari
Detik.com · 3 September 2026 pukul 10.45