Pramono Sebut Kepercayaan Pengusaha Bikin Proyek DKI Tak Bergantung APBD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa kepercayaan dari pengusaha memungkinkan proyek strategis dibangun tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema pembiayaan kreatif seperti Koefisien Luas Bangunan (KLB) dan kerja sama dengan swasta digunakan untuk mendanai proyek-proyek ini.
Contohnya, revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp 135 miliar dibiayai sepenuhnya oleh mitra swasta. Selain itu, pembangunan terowongan pejalan kaki dari Bundaran HI ke jaringan MRT dan jalur pedestrian di Dukuh Atas dengan integrasi enam moda transportasi senilai Rp 350 miliar juga dibiayai di luar APBD.
Strategi ini bertujuan agar APBD dapat difokuskan untuk program sosial seperti Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Maju Bersama, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Pemberian hak penamaan pada fasilitas publik, seperti halte TransJakarta, juga meningkatkan pendapatan pajak daerah. Langkah ini penting di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk pemotongan dana bagi hasil sebesar Rp 15 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 16.21
Pramono Ungkap Penyebab Proyek SDN Cipete Utara 1 Mangkrak
Berita terkait
DPRD Ingatkan Pemkab Gunungkidul, Perubahan APBD 2026 Harus Realistis
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 21.21
Petak Makam Makin Menipis, DPRD DKI Desak Pemprov Lakukan Perluasan hingga Pinggiran Jakarta
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.00
Kemendagri Dorong Pemda di Maluku Perkuat Strategi Efisiensi Belanja Pegawai
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 20.05
Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya: Kalau Jahat Saya Diemin Saja
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.10