Prancis Kerahkan Tentara dan Sistem Rudal ke Arab Saudi usai Diserang Houthi Yaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prancis akan mengerahkan tentara, radar, dan sistem pertahanan rudal ke Arab Saudi untuk melindungi fasilitas energi strategis di Yanbu, Laut Merah, dari serangan Houthi Yaman. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Emmanuel Macron setelah koalisi Arab Saudi berhasil mencegat enam rudal balistik yang mengarah ke Taif dan Yanbu. Menurut Macron, pasukan Prancis tidak akan terlibat dalam pertempuran, melainkan hanya akan melindungi fasilitas energi berdasarkan kesepakatan dengan Riyadh.
Fasilitas di Yanbu, yang menangani jutaan barel minyak, pernah mengalami kerusakan parah akibat serangan Houthi sebelumnya. Pelabuhan ini semakin penting bagi ekspor Arab Saudi karena pembatasan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz akibat ketegangan dengan Iran. Houthi mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap infrastruktur Saudi Aramco di Yanbu.
Kerja sama ini menandakan peningkatan keterlibatan Prancis dalam mendukung keamanan energi global di wilayah Laut Merah, sekaligus menjawab kekhawatiran Arab Saudi terhadap ancaman Houthi yang semakin agresif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 21.20
Raja Salman Murka, Houthi Disebut Milisi Teroris-Makkah Diincar
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.18
Rudal Houthi dan Ancaman ke Mekah: Mengapa Saudi Siaga?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.10
Kiai Besar Arab Saudi Serukan Jihad Bawa Ayat Al-Quran, Ada Apa?
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 09.57
Houthi klaim serang Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Turun ke US$103,06 Berkat Ekspor Arab Saudi Pulih
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 10.29
Turki Siap Bantu Pertahanan Saudi, Ujian Pertama Pakta Mekkah?
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 04.40
Apa Itu Jalur Pipa Timur-Barat Arab Saudi yang Dihancurkan Houthi?
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 01.10
Houthi Serang Arab Saudi Habis-habisan, Minyak Dunia di Ujung Tanduk
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 05.33