Houthi Serang Arab Saudi Habis-habisan, Minyak Dunia di Ujung Tanduk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan wilayah Teluk memicu kekhawatiran krisis energi global. Serangan pesawat nirawak melumpuhkan pipa minyak sepanjang 1.200 km yang menghubungkan timur ke barat Semenanjung Arab, serta perebutan Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb. Selain itu, terjadi serangan proyektil terhadap kapal komersial di Selat Hormuz yang menyebabkan korban jiwa dan evakuasi awak kapal.
Insiden ini menyebabkan harga minyak dunia melonjak melampaui US$100 per barel dan harga solar di AS mencapai rekor US$6,2 per galon. Arab Saudi memiliki cadangan minyak di pelabuhan Yanbu untuk 5-7 hari, namun jika pipa tidak segera diperbaiki, sekitar 4% pasokan minyak dunia terancam terganggu. Upaya diplomatik melalui pertemuan regional di Oman terpaksa ditunda, sementara bantuan militer AS untuk Saudi saat ini masih terbatas pada dukungan intelijen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 04.40
4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah
Detik.com · 13 September 2026 pukul 11.25
Houthi Kembali Serang Arab Saudi, 2 Orang Terluka
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 11.19
Houthi Klaim Merudal Pangkalan Militer Arab Saudi, Pertempuran Makin Berkobar
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 10.20
Houthi Serang Pangkalan Militer di Barat Daya Arab Saudi
Berita terkait
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.45
Harga Minyak Naik Tajam setelah Fasilitas Saudi Aramco Diserang Houthi
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.00
Houthi Kembali Serang Kilang Minyak Arab Saudi
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.49
Perang Saudara Arab Membara Lagi, Pemerintah Diserang-30 Tewas
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 13.30