Presiden Iran Bilang Timur Tengah Tak Butuh AS Jadi 'Polisi Kawasan'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan Timur Tengah tidak memerlukan AS sebagai 'polisi kawasan'. Ia menyampaikan hal ini saat KTT BRICS di India, sekaligus dalam pertemuan dengan PM Malaysia. Pezeshkian menekankan keamanan wilayah harus dijamin oleh negara-negara yang berada di dalamnya. Iran telah dalam konflik sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel menyerang Teheran dan membunuh Ayatollah Ali Khamenei. Sejaknya, Iran menutup Selat Hormuz dengan sistem izin dan pembayaran transit, memicu perang bersenjata dengan AS. Konflik ini menyebabkan kenaikan harga minyak di atas US$100 per barel. Pezeshkian menyatakan perdamaian tetap menjadi prioritas Iran meski mengalami ketidakadilan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 18.15
Presiden Iran Beri Ultimatum Baru, Siap Lawan AS-Israel
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 08.29
Harga Minyak Dunia Tergelincir Usai Iran Bakal Bertemu Negara Teluk
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 09.31
Iran ingin Pendekatan Regional Kolektif terkait Pembukaan Selat Hormuz
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 07.52
Iran dan Negara Teluk Gelar Pertemuan Bahas Jalur Aman Selat Hormuz
Berita terkait
Presiden Trump Sebut AS akan Memenangkan Perang Iran, Selat Hormuz Menjadi Selat Trump
VOI · 10 September 2026 pukul 12.00
Militer AS Hancurkan Lima Kapal Tanker Iran Setelah Serangan IRGC
VOI · 9 September 2026 pukul 10.00
Menlu Iran: Kepatuhan AS pada MoU Islamabad Kunci Stabilitas Kawasan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.32
Trump Pastikan Peran Selat Hormuz akan Berkurang
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 10.15