Presiden Lebanon Ingin Mandat Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Diperpanjang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan perpanjangan mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), menyatakan kehadiran pasukan penjaga perdamaian ini mendukung stabilitas di wilayah selatan negara itu. Dalam pertemuan dengan delegasi parlemen, Aoun menegaskan bahwa UNIFIL membantu warga tetap tinggal di desa dan kota serta memperkuat stabilitas melalui kerja sama dengan tentara Lebanon. Jika mandat tidak diperpanjang, ia menyatakan alternatif lain adalah menerapkan formula yang menjamin keberlanjutan kehadiran pasukan internasional di wilayah selatan dalam kerangka hukum yang berlaku. Aoun juga menyampaikan bahwa Israel menolak kehadiran UNIFIL dan telah berupaya mengurangi kehadiran pasukan tersebut selama hampir satu tahun, sementara Lebanon terus mendesak agar UNIFIL tetap berada di sana.
UNIFIL telah dikerahkan sejak tahun 1978 untuk memantau gencatan senjata di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel dan mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon di Lebanon selatan. Mandat pasukan ini dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. Seruan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel sejak Israel melancarkan serangan ke Lebanon pada 2 Maret. Menurut data resmi Lebanon, serangan tersebut menewaskan lebih dari 4.300 orang, melukai lebih dari 12.300 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.10
Penjajah Israel Menggila dengan Meningkatkan Serangan ke Libanon Selatan
Berita terkait
Dalam Sepekan, 1.030 Proyektil Ditembakkan Israel ke Lebanon Selatan
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 21.01
Pasukan UNIFIL Laporkan Peningkatan Tajam Aktivitas Militer Israel di Lebanon Selatan
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 15.00
Dewan Keamanan PBB akan Memutuskan Masa Depan UNIFIL
VOI · 9 September 2026 pukul 07.00
Presiden Lebanon Dukung Perpanjangan Mandat UNIFIL
VOI · 8 September 2026 pukul 10.00