Presiden Tertua Bikin Heboh, "Pelesir" ke Eropa dan Tak Pulang-Pulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Kamerun Paul Biya, yang berusia 93 tahun, kembali menjadi sorotan publik setelah menghabiskan beberapa minggu di Jenewa, Swiss sejak 7 Juni 2026. Pemerintah menyatakan perjalanannya bersifat pribadi bersama istrinya. Biya telah memimpin Kamerun selama lebih dari empat dekade dan merupakan kepala negara tertua di dunia. Kepergiannya memicu kritik terkait kepemimpinan negara dan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Pemerintah Kamerun membantah laporan tentang kondisi kesehatan serius Biya, termasuk klaim bahwa ia pernah dirawat di rumah sakit di Jenewa. Menteri Komunikasi negara menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Namun, absensi Biya di dalam negeri menuai kritik dari kubu oposisi yang menyoroti 'kekosongan institusional'.
Tokoh oposisi menyerukan adanya mekanisme yang jelas untuk menghadapi situasi ketika presiden tidak mampu menjalankan tugasnya. Patricia Tomaino Ndam Njoya dari Uni Demokratik Kamerun (UDC) mendesak pemerintah untuk menetapkan prosedur netral untuk menentukan ketidakmampuan sementara atau permanen kepala negara. Sorotan ini bukan pertama kalinya terjadi, mengingat pada akhir 2024 lalu Biya juga diketahui tidak berada di Kamerun selama sekitar 50 hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 01.10
Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei, Kondisinya Sehat dan Tidak Ada Cedera
Berita terkait
Presiden Tertua di Dunia Pamitnya Kunjungan Singkat ke Eropa, tapi Sudah 2 Bulan Tak Pulang
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 10.42
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Prabowo Diam-diam Sakit? Setahun Batuk-Batuk Terus Saat Pidato
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.00
Tak Hadir Sidang Tahunan, SBY Doakan Negara dari Jauh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.14