Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Tertua Bikin Heboh, "Pelesir" ke Eropa dan Tak Pulang-Pulang

Presiden Kamerun Paul Biya, yang berusia 93 tahun, kembali menjadi sorotan publik setelah menghabiskan beberapa minggu di Jenewa, Swiss sejak 7 Juni 2026. Pemerintah menyatakan perjalanannya bersifat pribadi bersama istrinya. Biya telah memimpin Kamerun selama lebih dari empat dekade dan merupakan kepala negara tertua di dunia. Kepergiannya memicu kritik terkait kepemimpinan negara dan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Pemerintah Kamerun membantah laporan tentang kondisi kesehatan serius Biya, termasuk klaim bahwa ia pernah dirawat di rumah sakit di Jenewa. Menteri Komunikasi negara menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Namun, absensi Biya di dalam negeri menuai kritik dari kubu oposisi yang menyoroti 'kekosongan institusional'.

Tokoh oposisi menyerukan adanya mekanisme yang jelas untuk menghadapi situasi ketika presiden tidak mampu menjalankan tugasnya. Patricia Tomaino Ndam Njoya dari Uni Demokratik Kamerun (UDC) mendesak pemerintah untuk menetapkan prosedur netral untuk menentukan ketidakmampuan sementara atau permanen kepala negara. Sorotan ini bukan pertama kalinya terjadi, mengingat pada akhir 2024 lalu Biya juga diketahui tidak berada di Kamerun selama sekitar 50 hari.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait