Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Produk UMKM Eks Lokalisasi Dolly Dinilai Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo menilai pelaku UMKM Gotong Royong di Putat Jaya, kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, berpeluang besar menembus pasar ekspor. Hal ini disampaikan dalam Klinik UMKM Gotong Royong. Andreas menegaskan UMKM menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja di Indonesia, dan 65 persen pelakunya adalah perempuan. Menurutnya, Indonesia sangat bergantung pada pelaku UMKM.

Dukungan ini merespons permintaan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar UMKM Gotong Royong membantu usaha yang berkembang, seperti Pahlawan Ekonomi, untuk naik kelas hingga pasar internasional. Klinik UMKM Gotong Royong bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya mendampingi pelaku usaha mulai dari pengurusan NIB dan HAKI, produksi, pemasaran daring, hingga pengelolaan keuangan. Risma juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya bergantung pada instansi, melainkan mengandalkan kekuatan produk dan kesiapan menjangkau pasar lebih luas, termasuk penjualan daring.

Beberapa produk yang sudah berkembang antara lain Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De’nil, Diah Cookies, Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, dan Sablon Indana Production. Rangkaian pelatihan meliputi pembuatan dompet, rompi, alas kaki, nasi kotak, masakan Korea, dim sum, dan aneka minuman. Kegiatan ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan yang diikuti ratusan pelaku UMKM dan warga. Diharapkan kawasan Putat Jaya bertransformasi menjadi kawasan ekonomi kreatif mandiri yang produknya mampu bersaing di pasar lokal, nasional, hingga ekspor.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait