Produksi Dalam Negeri Terbatas, RI Buka Kembali Opsi Impor KRL Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Danantara Indonesia membuka opsi impor kereta rel listrik (KRL) dari Jepang untuk memenuhi kebutuhannya dalam transportasi publik nasional. COO Danantara Indonesia dan Kepala Bappenas Dony Oskaria menyatakan akan membahas rencana ini dengan Menteri Perhubungan, dengan pertimbangan cost-benefit serta kebutuhan percepatan pelayanan transportasi. Keputusan impor akan diputuskan setelah evaluasi manfaat dan biaya yang ditawarkan.
Meski membuka opsi impor, pemerintah tetap mendukung penguatan produksi KRL dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA). Namun, Dony menegaskan kapasitas produksi INKA saat ini masih terbatas, sehingga impor menjadi alternatif untuk mendukung program elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.
Dony juga menyampaikan bahwa transformasi INKA masih dalam proses, dengan posisi ekuitas perusahaan yang negatif dan pinjaman yang belum berkelanjutan. Akibatnya, suntikan modal mungkin diperlukan untuk mendukung transformasi dan peningkatan kapasitas produksi INKA di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 15.38
Danantara Kaji Cost dan Benefit Impor KRL Bekas dari Jepang
Berita terkait
Danantara Proses Elektrifikasi Kereta Api Jakarta ke Cikampek, Sukabumi, & Merak
kumparan · 22 September 2026 pukul 18.28
COO Danantara Bakal Bahas Opsi Impor KRL Jepang dengan Menhub
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 17.15
Bos Danantara Mau Bahas Rencana Impor KRL Bareng Menhub Hari Ini
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.55
Mulai 1 Oktober, LRT Jabodebek Uji Perjalanan Pukul 05.30 WIB
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.41