Danantara Kaji Cost dan Benefit Impor KRL Bekas dari Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPI Danantara tengah mengkaji biaya dan manfaat impor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi publik di Jabodetabek. Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, akan bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas rencana ini. Proyek ini sekaligus mendukung transformasi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, meskipun kapasitas produksi INKA masih terbatas. Danantara akan menyeimbangkan kebutuhan dengan impor alternatif jika diperlukan. INKA saat ini mengalami masalah keuangan, termasuk posisi ekuitas negatif dan pinjaman tidak berkelanjutan. Danantara membuka kemungkinan memberikan tambahan ekuitas jika diperlukan pendanaan. Sebelumnya, Komisi VI DPR RI menyetujui rencana impor KRL bekas sebagai bagian dari upaya memenuhi kapasitas angkutan perkeretaapian. KAI telah menyiapkan 23 trainset KRL bekas Jepang (7 trainset dengan SF 12 dan 16 trainset dengan SF 8) sebagai solusi transisi. Penyerapan atau off-take produk INKA akan menjadi pertimbangan dalam keputusan pendanaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.49
INKA Rugi dan Banyak Utang, Danantara Pertimbangkan Suntik Modal
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 14.35
Produksi Dalam Negeri Terbatas, RI Buka Kembali Opsi Impor KRL Jepang
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.55
Bos Danantara Mau Bahas Rencana Impor KRL Bareng Menhub Hari Ini
Berita terkait
Merger KAI-INKA Ditargetkan Rampung Sebelum 2027
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 05.45
Bakal Jadi Anak Usaha KAI, INKA Masih Punya Utang Rp 4,7 Triliun
Detik.com · 29 September 2026 pukul 20.02
Ditolak pada 2023, Permintaan Impor KRL Bekas Kini Disetujui Komisi VI DPR
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 03.30
Temui BI hingga Danantara, DPR Dorong Kebijakan Ekonomi Terintegrasi
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 19.15