Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Kaji Cost dan Benefit Impor KRL Bekas dari Jepang

BPI Danantara tengah mengkaji biaya dan manfaat impor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi publik di Jabodetabek. Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, akan bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas rencana ini. Proyek ini sekaligus mendukung transformasi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, meskipun kapasitas produksi INKA masih terbatas. Danantara akan menyeimbangkan kebutuhan dengan impor alternatif jika diperlukan. INKA saat ini mengalami masalah keuangan, termasuk posisi ekuitas negatif dan pinjaman tidak berkelanjutan. Danantara membuka kemungkinan memberikan tambahan ekuitas jika diperlukan pendanaan. Sebelumnya, Komisi VI DPR RI menyetujui rencana impor KRL bekas sebagai bagian dari upaya memenuhi kapasitas angkutan perkeretaapian. KAI telah menyiapkan 23 trainset KRL bekas Jepang (7 trainset dengan SF 12 dan 16 trainset dengan SF 8) sebagai solusi transisi. Penyerapan atau off-take produk INKA akan menjadi pertimbangan dalam keputusan pendanaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait