Prof Syamsul Tegaskan Kabut Asap Bisa Picu Kematian Mendadak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengandung partikel halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan. Menurut pakar Kesehatan Masyarakat dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kabut asap dapat menyebabkan kematian mendadak dan merenggokan nyawa secara perlahan. Data menunjukkan saat kabut asap melanda, kunjungan ke rumah sakit meningkat hingga 40 persen, terutama untuk kasus gangguan pernapasan dan jantung.
Partikel PM2.5 yang ada dalam kabut asap memiliki diameter kurang dari 2,5 mikrometer, lebih dari 20 kali lebih kecil dari rambut manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini tidak tertahan oleh rambut hidung atau lendir, melainkan meluncur langsung ke paru-paru dan bahkan dapat tembus ke aliran darah.
Banyak masyarakat masih menganggap kabut asap sebagai bencana biasa yang harus diterima dengan pasrah. Namun, asumsi ini dianggap keliru dan berbahaya karena dampak seriusnya bagi kesehatan, termasuk kemungkinan kematian mendadak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.36
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Siswa PAUD-SMP Belajar dari Rumah
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 23.30
Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polsek Kongbeng Bagikan Masker ke Warga
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 22.55
Kualitas Udara Pekanbaru di Level Berbahaya
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 22.47
Kabut Asap Jambi Berdampak ke Anak-anak, Siswa Batuk hingga Mata Perih
Berita terkait
Kalimatan Tercekik Asap Kebakaran Hutan
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 05.03
Sejumlah Media Asing Soroti Karhutla di Kalimantan yang Asapnya Menyebar ke Negara Tetangga
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 20.10
Terpapar Kabut Asap, Kualitas Udara di Kota Jambi Sangat tidak Sehat
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.57
MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Diliburkan Gegara Karhutla: Orang Tua Diminta Ambil Langsung
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 16.03