Profil Menantu Sultan Brunei yang Dicopot Gelar Kerajaannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan itu diumumkan Kantor Kepala Protokol Kerajaan dalam pernyataan yang dirilis 8 Agustus. Gelar yang dicabut adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", dan pencabutan berlaku efektif segera setelah diumumkan. Plt Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, menyatakan keputusan itu merupakan titah langsung Sultan Bolkiah.
Pernyataan resmi tidak menjelaskan alasan pencabutan. Namun, media lokal RTB News melaporkan pencabutan dilakukan setelah perilaku Pengiran Raabi'atul yang dianggap tidak pantas bagi istri anggota keluarga Kesultanan Brunei. Perilaku itu juga dinilai mencoreng nama baik kesultanan dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Bolkiah. Detail perilaku tersebut tidak disebutkan lebih lanjut.
Raabi'atul lahir pada 27 Oktober 1992, anak kedua dari 10 bersaudara. Ia menempuh pendidikan di sejumlah sekolah, sempat bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks pada 2012, kemudian sebagai IT Instructor di HAD Technologies pada 2013, serta memiliki sertifikat ICT. Ia juga aktif mengikuti lomba membaca Alquran sejak muda. Raabi'atul menikah dengan putra Sultan, Pangeran Abdul Malik, pada April 2015 dan dikaruniai empat anak.
Bagikan
Berita terkait
Urusan Perilaku Bikin Gelar Kerajaan Mantu Sultan Brunei Dicabut
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 08.18
RUA AlHaram AlMakki Perluas Kolaborasi Internasional Melalui Perjanjian Strategis di Malaysia dan Brunei
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 22.13
Pangeran Brunei Mateen Muncul di PBB, Serukan Ini ke Dunia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 21.56
BKN Kejar Target 600 Ribu ASN Terpetakan hingga Akhir 2026
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 16.16