Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Program Bedah Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat Mulai Berjalan di Madura

Program bedah rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat mulai berjalan di Sumenep, Jawa Timur. Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sebagai langkah awal, dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi. Kabupaten Sumenep di Pulau Madura mendapat kuota 50 titik, dan delapan di antaranya sudah lolos verifikasi.

Koordinator program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Sumenep, Agung Candra, mengatakan renovasi kemungkinan mulai bulan depan sambil menunggu SK penetapan. Verifikasi faktual dilakukan di tiga rumah orang tua siswa, yaitu rumah Susanti di Desa Pabian serta rumah Indri Novianti dan Ika Triani di Desa Panggarangan. Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib berpesan agar penerima manfaat bersyukur dan memastikan proses segera berjalan. Untuk Indri dan Ika yang menjalankan usaha laundry, renovasi akan disesuaikan dengan kebutuhan usaha mereka.

Susanti, ibu empat anak, juga menerima bansos PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) berupa freezer untuk jualan es keliling. Secara nasional, program 3 juta rumah menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui BSPS. Tujuannya mengentaskan kemiskinan ekstrem dan membuat rumah lebih layak huni.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait