Progres Mitigasi Konflik Gajah TNWK Capai 82 Persen, Akses Petani Jadi Prioritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proyek mitigasi konflik manusia-gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, telah mencapai progres fisik 82% dari total anggaran Rp850 miliar. Pemerintah dan pihak terkait sedang memastikan pembangunan tidak mengganggu akses petani ke lahan pertanian. Kepala Desa Sukorahayu, Apria Sahdi, menyampaikan bahwa warga setempat mendukung proyek asalkan aktivitas ekonomi mereka tidak terganggu. Solusi yang diusulkan termasuk pembuatan pintu akses untuk alat pertanian dan normalisasi sungai untuk menjaga mobilitas petani.
Ketua Komisi Gabungan dan Mitigasi Interaksi Negatif Gajah Way Kambas, Brigjen Sriyanto, mengakui ada beberapa tantangan tersisa seperti kondisi tanah yang labil di sejumlah titik dan kebutuhan akan tahapan lanjutan. Namun, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat dengan menyerap sekitar 1.091 tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan sektor jasa seperti penginapan, rumah sewa, dan warung makan.
Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus pada kelestarian habitat dan populasi gajah Sumatera di TNWK. Proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas konservasi gajah berstandar internasional dengan dukungan tim ahli lintas negara. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan sisa 18% pengerjaan sambil menjaga harmoni antara infrastruktur mitigasi dan kehidupan petani lokal.
Bagikan
Berita terkait
Pakar: PLTP Gunung Ungaran Bisa Jaga Lingkungan dan Dongkrak Ekonomi
CNN Indonesia · 13 September 2026 pukul 03.00
Legislator Gerindra Dorong Desa Wisata Mandiri Tetap Dapat Dukungan Pemerintah
Detik.com · 12 September 2026 pukul 12.55
Video: Bantu Petani Manfaatkan Teknologi Drone, Hal Ini Jadi Tantangan
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 12.00
Bali Future Lab Alokasikan 0,5% Transaksi Aset Digital untuk Ekonomi Lokal
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 23.11