Proyek MRT Bali Dicoret, Koster Pilih Trem, Godok Payung Hukum, ternyata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bali, Wayan Koster, memutuskan memilih transportasi trem otonom terpadu atau Autonomous Rail Transit (ART) sebagai solusi mobilitas di Pulau Bali. Keputusan ini secara resmi menggeser wacana pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) yang sebelumnya sempat bergulir. Koster menjelaskan bahwa pertimbangan utama peralihan ini adalah efisiensi biaya dan kemudahan teknis operasional. “Karena (ART) jauh lebih efisien dan secara teknologi lebih mudah,” ujarnya di Kuta, Badung, Kamis (6/8).
Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) khusus sebagai langkah awal eksekusi proyek. Payung hukum ini diperlukan karena ART belum masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali. Meskipun detail rute dan alokasi anggaran belum diungkapkan, Koster menargetkan pembangunan fisik ART dapat mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.
Bagikan
Berita terkait
Garuda Buka Penerbangan Reguler Rute Bali – Bandung, Wisatawan Berdatangan
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.01
Cek Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Minggu (16/8)
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.45
Bentar Lagi Ada Tol Baru: ke Bali Bak Sejengkal, JKT-Bandung Bye Macet
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 20.45
Koster Respons Isu WNA Israel Buka Restoran di Bali, Terbentur Sistem & Wewenang
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.14