Puncak Bogor Terasa Lebih Dingin Saat Kemarau, Pakar IPB University Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah musim kemarau panjang, suhu udara di Puncak, Kabupaten Bogor, terasa lebih dingin terutama pada sore hingga malam hari. Menurut Dr. Givo Alsepan, dosen IPB University di Departemen Geofisika dan Meteorologi, hal ini dipengaruhi oleh aktivitas monsun Australia. Massa udara dari Australia yang relatif kering dan dingin masuk ke wilayah Indonesia dan Samudra Hindia, lalu memengaruhi kondisi suhu di Puncak. Namun, proses ini tidak berarti udara dingin Australia secara langsung mendinginkan Bogor, melainkan melalui sejumlah proses atmosfer yang berlangsung secara bersamaan.
Bagikan
Berita terkait
IPB University Buka Lowongan 117 Formasi Dosen dan Tendik, Segera Daftar!
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 14.38
Saking Sangat Kuatnya El Nino, Wilayah RI Ini Ikut Alami Musim Kemarau
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.20
Musim Kemarau buat AC Terus Dipakai? Ini Caranya agar Tagihan Tak Bengkak
Detik.com · 24 September 2026 pukul 16.25
35 Mahasiswa Baru IPB University Raih Beasiswa Pendidikan Tinggi McD
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 18.44