Puncak Bogor Terasa Lebih Dingin Saat Kemarau, Pakar IPB University Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah musim kemarau panjang, suhu udara di Puncak, Kabupaten Bogor, terasa lebih dingin terutama pada sore hingga malam hari. Menurut Dr. Givo Alsepan, dosen IPB University di Departemen Geofisika dan Meteorologi, hal ini dipengaruhi oleh aktivitas monsun Australia. Massa udara dari Australia yang relatif kering dan dingin masuk ke wilayah Indonesia dan Samudra Hindia, lalu memengaruhi kondisi suhu di Puncak. Namun, proses ini tidak berarti udara dingin Australia secara langsung mendinginkan Bogor, melainkan melalui sejumlah proses atmosfer yang berlangsung secara bersamaan.
Bagikan
Berita terkait
Kekeringan Landa 42 Desa di Pandeglang, 24 Ribu Jiwa Kesulitan Air Bersih
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
BMKG soal Sungai Barito Mengering: Curah Hujan di Kalteng Rendah
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.56
Musim Kemarau Buat Bangkai Kapal Perang Nazi Muncul Kembali di Sungai Danube
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.00
65.659 Warga Bekasi Terdampak Kekeringan, Hampir 5,8 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.00