Purbaya: Belum Ada Rencana Insentif Ekonomi Efek Erupsi Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum merencanakan insentif atau stimulus khusus untuk menangani dampak ekonomi erupsi Anak Krakatau. Erupsi sejak 5 September 2026 telah menutup 8 bandara dan menunda 1.558 penerbangan. Purbaya menilai dampaknya tidak sebesar bencana sebelumnya seperti banjir lumpur atau gempa Nusa Tenggara Timur, sehingga belum perlu stimulus. Namun, pemerintah akan terus memantau efek lanjutan dan siap menambah anggaran BNPB jika diperlukan.
Rizal Taufikurahman dari Indef menambahkan dampak erupsi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 relatif kecil. Dengan model CGE, jika gangguan berlangsung sepekan dan pemulihan aktivitas hampir lengkap, tekanan pada pertumbuhan hanya sekitar 0,003 poin persentase. Jika gangguan berlanjut tiga pekan dengan pemulihan hanya 20%, tekanan bisa mencapai 0,015 poin persentase. Rizal menekankan penundaan penerbangan belum tentu berarti pembatalan, karena banyaknya bisa dijadwalkan ulang atau dialihkan sebelum akhir September.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 11.04
Cerita Purbaya Soal Rumah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Berita terkait
Purbaya Bakal Pangkas Aturan Penghambat Investasi demi Target Pertumbuhan 6%
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 22.40
Target Pendapatan RAPBN 2027 Rp 3.426 Triliun, Purbaya Pede Ekonomi Tumbuh 6%
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.55
Dua Malam Marselus Menunggu Kepastian di Bandara Soetta
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 21.03
Alasan Menhub Perpanjang Penutupan 7 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 7 September 2026 pukul 21.00