Purbaya Ungkap BI, LPS-OJK Kompak Ramal Ekonomi Q2-2026 Kisaran 5,4%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 berada di kisaran 5,4%. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding realisasi kuartal I-2026 yang tumbuh 5,61% year on year. Sekretaris KSSK Purbaya menyatakan semua lembaga sepakat prediksinya di bawah 5,6% namun tidak jauh dari 5,4%.
Perlambatan ini disebabkan tingginya ketidakpastian ekonomi global, termasuk melonjaknya harga minyak mentah dan energi, serta volatilitas pasar keuangan seperti fluktuasi nilai tukar dan aliran modal asing yang keluar. Meski demikian, pemerintah optimistis memasuki semester II-2026, ekonomi Indonesia bisa pulih ke kisaran 5,6%-6%. Purbaya menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan berupa insentif, dukungan belanja negara, penjaminan likuiditas sistem keuangan, dan perbaikan iklim investasi untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di paruh kedua tahun ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 18.50
Purbaya Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% pada 2026
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.25
Purbaya: Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,6-6 Persen pada 2026
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.14
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 12.02
Breaking! Ekonomi Indonesia di Kuartal II 2026 Tumbuh 5,29%
Berita terkait
Belajar Ekonomi Merdeka dari Lomba 17 Agustus
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.19
Video: Agar Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, Pemerintah Harus Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Video: Ekonom Bongkar "Jurus" RI Lawan Efek Lonjakan Impor Minyak
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.00