Purbaya Ungkap Rp 800 Miliar per Tahun Cukup untuk Bayar Utang Whoosh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa keuntungan bersih sebuah Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) yang akan dikelola Kementerian Keuangan mencapai Rp 800 miliar per tahun, cukup untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Pengelolaan Whoosh dialihkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Purbaya menegaskan tidak ada pembayaran khusus kepada Danantara dalam proses pengalihan ini, sehingga tidak membebani keuangan negara. Utang proyek Whoosh akan ditanggung oleh SMV yang baru, dan setiap tahun perusahaan BUMN di bawah Kementerian Keuangan akan menanggungnya.
Kementerian Keuangan akan mengambil alih 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang dipimpin oleh PT KAI bersama WIKA, Jasamarga, dan PTPN III. PSBI menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pengelola Whoosh. Sementara itu, 40% saham konsorsium perusahaan China tidak berubah, dan konsorsium PSBI tidak akan dibubarkan.
Utang proyek Whoosh telah lama menjadi polemik karena beban utangnya membebani neraca keuangan PT Kereta Api (Persero). Dengan pengambilalihan ini, diharapkan beban utang dapat terpindah dari PT KAI ke struktur yang lebih terpusat di bawah pengawasan Kementerian Keuangan.
Bagikan
Berita terkait
Catat! Pekan Depan Purbaya Bakal Umumkan Pengelola Whoosh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.25
Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Selama Saya Jadi Menteri Keuangan
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 17.30
Purbaya Temui Pengusaha Rokok Ilegal, Siapkan Skema Cukai Baru
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.50
Purbaya Buka-bukaan Rencana Ambil Alih Utang Whoosh 15 September
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 19.00