Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Pusat Studi Kepolisian Terbitkan 48 Buku, Bekal untuk Anggota Polri

Pusat Studi Kepolisian, yang didirikan oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo pada 10 Maret 2026, telah menghasilkan 48 buku terkait isu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, sumber daya manusia, teknologi, hingga digital policing. Buku-buku ini disusun oleh para ahli dan akademisi, serta dibahas dalam berbagai forum akademik. Beberapa karya tersebut disusun oleh Dedi Prasetyo sendiri, seperti 'Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern', 'Rasa Bhayangkara Nusantara', 'Rekrutmen, dan Meritokrasi', dan 'Teknologi'.

Dedi menyatakan bahwa pusat studi ini bertujuan menghasilkan pengetahuan yang dapat memperkuat kebijakan dan praktik kepolisian berbasis bukti (evidence-based policing). Menurutnya, kebijakan kepolisian harus didukung oleh ilmu pengetahuan, data, penelitian, dan pengalaman empiris. Ia juga menekankan pentingnya agar 48 buku tersebut tidak hanya menjadi koleksi perpustakaan, tetapi juga dimanfaatkan oleh anggota Polri sebagai bahan bacaan dan referensi dalam menjalankan tugasnya.

Beberapa judul buku yang diterbitkan meliputi 'Police Governance: Teori, Model dan Reformasi Tata Kelola Pemolisian dalam Sistem Pemerintahan Indonesia', 'Teori Hukum dan Hukum Pidana Kontemporer Jilid 1', 'Teori Kriminologi dan Viktimologi', 'Kejahatan Lintas Negara', dan 'Masalah Sosial dan Konflik Sosial'. Buku-buku ini mencerminkan upaya Pusat Studi Kepolisian untuk mengembangkan pemikiran kritis dan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan keamanan dan hukum di Indonesia.

Berita terkait