Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Putin Kasih Sinyal Damai, Bos NATO Sebut Rusia Makin Brutal

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan sinyal bahwa peluang damai dengan Ukraina masih ada, namun ia menegaskan bahwa peringatan Kyiv kepada maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Rusia merupakan bentuk terorisme negara. Komentar ini disampaikan saat pidatonya di Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, sementara upaya perdamaian yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tengah menemui jalan buntu akibat perbedaan soal wilayah, keamanan, dan militer. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan keyakinannya bahwa kembalinya fase diplomatik akan menciptakan dinamika baru, meskipun upaya AS dan Eropa untuk mediasi belum berhasil. Direktur CIA AS John Ratcliffe dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Moskow untuk memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak Putin untuk menjauh dari konflik yang tak berujung.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan keprihawatiran yang mendalam terhadap aktivitas militer dan hibrida Rusia di sekitar wilayah aliansi, termasuk serangan rudal dan drone di Eropa timur serta dugaan serangan hibrida di bandara Leipzig, Jerman. NATO menegaskan komitmennya untuk mendukung Ukraina dan menolak untuk terpecah oleh ancaman dari Moskow. Ketegangan udara semakin memanas setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak maskapai penerbangan menghindari wilayah Rusia akibat maraknya operasi drone jarak jauh yang diluncurkan Ukraina, termasuk serangan ke infrastruktur energi dan militer. Putin menanggapi dengan keras, menyebut ancaman tersebut setara dengan terorisme negara dan bertekad akan memperketat serangan militernya.

Kyiv kini semakin agresif menggunakan drone buatan dalam negeri untuk menyerang target di luar garis depan, bertujuan menambah beban ekonomi dan militer pada Rusia. Di balasan, pasukan Rusia terus meningkatkan serangan rudal ke kota-kota Ukraina, sementara kekurangan peralatan pertahanan udara yang dialami Kyiv menjadi tantangan tambahan dalam melindungi wilayahnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait