Putin Nilai AS Melemah akibat Perang Iran, Rusia Cium Peluang Tekan Sekutu NATO
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Amerika Serikat (AS) telah melemah akibat perang selama enam bulan melawan Iran. Penilaian ini menciptakan peluang bagi Moskow untuk meningkatkan tekanan terhadap kepentingan Amerika dan sekutu NATO-nya di Eropa. Bocoran intelijen AS yang dikutip The Washington Post pada Kamis menyatakan hal ini. Sebelum itu, Direktur CIA John Ratcliffe melakukan perjalanan rahasia ke Moskow dan memperingatkan para pejabat Rusia agar tidak meningkatkan eskalasi perang di Ukraina secara signifikan. Ratcliffe berpendapat bahwa eskalasi besar-besaran oleh Rusia akan menjadi bumerang karena dapat mendorong Presiden AS Donald Trump semakin dekat dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Di balik pernyataan ini, kekhawatiran menipisnya persediaan senjata militer AS setelah kampanye militer berkepanjangan terhadap Iran, termasuk kekurangan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot, rudal jelajah Tomahawk, dan persenjataan lainnya.
Bagikan
Berita terkait
Senjata Kiamat Putin Muncul dari Laut, 6 Torpedo Nuklir Poseidon Intai NATO
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 10.20
Putin Diam-diam Bangun 10 Pangkalan Drone, NATO Kini dalam Bidikan Rusia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 11.49
Intelijen AS Prediksi Putin Akan Serang Negara Eropa untuk Uji Solidaritas NATO
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 02.20
Putin Sebut Inggris "Main Api", Siaga NATO Jadi Sasaran Berikutnya
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 08.05