Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Ragam Arahan Prabowo soal Karhutla hingga Erupsi Gunung Anak Krakatau

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas virtual pada Senin (7/9) untuk memantau sejumlah bencana di Indonesia, termasuk gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam rapat tersebut, ia didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, sementara menteri dan gubernur juga mengikuti secara virtual. Prabowo menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara di Lingkaran Api (Ring of Fire), harus selalu siap menghadapi bencana, dan menegaskan pemerintah akan meningkatkan anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan.

Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas untuk merencanakan penguatan sarana penanggulangan bencana, termasuk penambahan helikopter, pompa air, ekskavator, pesawat operasi modifikasi cuaca, dan drone. Pemerintah juga akan memanfaatkan kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, yang akan diubah menjadi kapal induk helikopter dan drone pengangkut air untuk mendukung operasi karhutla. Kapal ini mampu menampung 10 helikopter kelas menengah seperti Black Hawk atau Mi-17.

BNPB melaporkan adanya lahan di Kalimantan yang terbakar lalu berubah menjadi kebun kelapa sawit, serta penangkapan pelaku pembakaran di Jambi yang mengaku dibayar Rp500 ribu. Prabowo menyatakan heran dan membuka kemungkinan pencabutan izin usaha dan HGU perusahaan yang terlibat. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa 138 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 8 korporasi sedang diproses terkait kasus karhutla. Prabowo juga mendukung usulan integrasi Badan Geologi dengan BMKG untuk meningkatkan efisiensi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait