Raih Pendapatan Rp2,79 Triliun, PT Fast Food Indonesia Tbk Tekan Rugi Usaha Hingga 77%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Fast Food Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,79 triliun pada semester I 2026, naik 16,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Dio May Avico menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap adaptif dan fokus pada konsumen di tengah dinamika pasar, dengan menerapkan pendekatan terukur dan responsif dalam setiap keputusan bisnis.
Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan aktivitas penjualan serta keberhasilan inovasi pemasaran dan penguatan nilai produk. Namun, pada kuartal II 2026, perseroan menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan baku. Untuk menjaga keterjangkauan bagi konsumen, perusahaan memilih menahan penyesuaian harga secara signifikan.
Strategi ini berdampak pada margin laba usaha, yang turun hingga 77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, manajemen menekankan komitmennya untuk menyeimbangkan daya saing pasar dengan keberlanjutan kinerja jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
Laba GMFI Tembus USD 10,81 Juta, Pendapatan Tumbuh 51 Persen
kumparan · 20 September 2026 pukul 17.30
Pendapatan Tumbuh 67%, PT Garam Cetak Laba Rp 112,02 Miliar
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.45
Laba Alamtri (ADMR) Melonjak 24%, Raup US$162,57 Juta pada Semester I-2026
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 11.19
Laba Semen Indonesia (SMGR) Meroket 5 Kali Lipat Sentuh Rp228,25 M
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 10.05