Rajiv: Karhutla di Kalimantan Ancam Eksistensi Satwa Endemik Nusantara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menimbulkan kabut asap dan mengancam kesehatan masyarakat, sekaligus menghabiskan habitat satwa endemik seperti orang utan, kera bekantan, burung rangkong, pohon ulin, dan anggrek langka. Menurut Rajiv, anggota DPR RI dari Partai NasDem, kebakaran hutan tidak hanya menghancurkan pohon, tetapi juga menghilangkan sumber makanan, air, dan tempat tinggal satwa, sehingga berpotensi menyebabkan kepunahan spesies dan kehilangan kekayaan genetik Indonesia. Satwa yang selamat melarikan diri ke perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman berisiko konflik dengan masyarakat setempati.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 17.57
Rajiv Minta Perlindungan Satwa Endemik di Tengah Karhutla Kalimantan
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 08.00
Kewalahan Atasi Karhutla, Pemerintah Indonesia Datangkan 35 Pesawat Asing
Detik.com · 2 September 2026 pukul 05.48
Menhut Ungkap Izin 6 Korporasi Akan Dicabut Buntut Karhutla di Kalimantan
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.48
Titik Panas di 3 Provinsi Kalimantan Bertambah
Berita terkait
Nasib Orangutan di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 07.50
Malapetaka Karhutla di Pulau Paru-paru Dunia
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Hotspot Karhutla di Kalteng Bertambah 876 Titik, Jarak Pandang 1 Km
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 16.58
Update Karhutla: 3.947 Titik Panas di Kalteng, 2.825 Hotspot di Kalbar
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.15