Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Raksasa Nuklir Muslim Ultimatum Iran, Warning Negara Arab Mau Ngamuk

Pakistan menyampaikan peringatan keras kepada Iran agar mengendalikan sekutu Houthi di Yaman, setelah serangan Houthi pada Selasa (9/9/2026) melukai 73 orang di Khamis Mushait dan infrastruktur minyak di wilayah sekitarnya. Serangan ini termasuk gempuran terbesar terhadap Arab Saudi sejak konflik AS-Israel melawan Iran dimulai pada Februari lalu. Sebagai tanggapan, pasukan udara Arab Saudi menjalankan 54 serangan mematikan di berbagai provinsi Yaman selama 12 jam. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Peringatan Pakistan membawa bobot besar karena pakta pertahanan antara Pakistan, Arab Saudi, dan Turki. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa agresi terhadap satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap ketiganya, dan dapat memicu kesepakatan keamanan gabungan. Pejabat senior Iran membantah mengendalikan Houthi, namun dua sumber internal Iran mengungkapkan bahwa Teheran secara langsung memerintahkan serangan tersebut dan bahkan mengirimkan komandan IRGC ke Yaman.

Perwakilan militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu di Riyadh dan sepakat tidak akan memasuki Yaman secara langsung, dengan operasi hanya diluncurkan dari wilayah Saudi. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump tetap mempertahankan blokade ekonomi terhadap Iran, tanpa mendesak pencabutan sanksi meski tekanan dari Riyadh.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait