Raksasa Tambang Ini Bisa Setor Rp46 Triliun ke RI di 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi penerimaan negara sebesar US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp46,13 triliun pada tahun 2026. Setoran ini mencakup pajak, dividen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan asumsi harga tembaga US$ 4,75 per pon dan emas US$ 4.000 per ons.
Target tersebut didukung oleh rencana produksi bijih sebesar 124.000 ton per hari, atau 65% dari kapasitas normal, sebagai bagian dari pemulihan pasca-longsor September 2025. PTFI menargetkan produksi 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas pada 2026. Kontribusi negara diprediksi melonjak menjadi US$ 4,6 miliar pada 2027, dan mencapai US$ 8 miliar (di atas Rp120 triliun) per tahun pada 2028-2029 seiring pemulihan operasional penuh. Selain itu, PTFI mengembangkan tambang Blok Kucing Liar yang dijadwalkan berproduksi pada 2029.
Bagikan
Berita terkait
Freeport Kembangkan Tambang Baru, Investasinya Bisa Capai Rp72 Triliun
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.35
Indonesia Disebut Rugi Jika Freeport Berhenti, Pemerintah Diharap Perpanjang IUPK Selama Usia Tambang
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 03.30
Pemerintahan Prabowo Bisa Dapat Rp120 Triliun per Tahun Jika Freeport Indonesia Beroperasi Penuh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 02.30
Tambang Freeport Bisa Hasilkan 21 Ton Emas di Tahun Ini
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 10.20