Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ramai-Ramai Dunia Borong Emas, Bikin Harga Jadi Melejit

Ekonom senior INDEF Aviliani menyatakan bahwa berbagai negara sedang bersaing untuk membeli emas sebagai cadangan devisa, sekaligus mendorong kenaikan harga emas global. Menurutnya, pembelian emas dalam skala besar ini terjadi terutama di negara-negara yang memiliki cadangan devisa besar namun mengalami penurunan nilai mata uangnya. Harga emas dunia naik signifikan, dengan harga pada Selasa (11/8/2026) ditutup di US$ 4366,84 per troy ons, lalu naik tipis 0,06% ke US$ 4369,78 per troy ons pada Rabu (12/8/2026).

Aviliani menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan wajib bagi negara untuk menyimpan cadangan devisa dalam bentuk emas, terutama untuk Indonesia yang lebih menyukai dolar sebagai cadangan utama. Namun, lemahnya ekonomi AS dan ketidakpercayaan terhadap kebijakan liberalisasi mendorong banyak pihak beralih ke emas sebagai aset pelindung.

Di sisi lain, Aviliani memperingatkan bahwa kenaikan harga emas dan fluktuasi komoditas perlu diwaspadai. Pemerintah diharapkan tetap fokus pada hilirisasi komoditas agar nilai tambahnya tetap terjaga meski terjadi fluktuasi harga di pasar global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait