Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
Harga emas dunia mengalami penurunan tajam sebesar 3,8% dalam sehari, berada di kisaran US$ 4.131 per ounce. Penurunan ini terjadi setelah tekanan meningkat akibat kenaikan harga minyak yang mendorong imbal hasil US Treasury naik ke level tertinggi sejak 2007, yakni 5,23% pada Jumat. Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi beban bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga biaya peluang memegangnya semakin tinggi. Situasi ketegangan di Selat Hormuz dan sikap Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal Iran membuka kembali Selat Hormuz berkontribi pada lonjakan harga minyak Brent lebih dari US$ 4 per barel, yang kemudian meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.37
Harga Emas Turun, Konfik Selat Hormuz Dorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 12.38
Harga Minyak Melonjak, BI Antisipasi Dampak ke Inflasi dan Nilai Tukar
JawaPos · 28 September 2026 pukul 11.15
Update Harga Emas Hari Ini 28 September 2026 di Pegadaian: Antam Rp 2,63 Juta per Gram
Detik.com · 28 September 2026 pukul 10.05
Harga Emas Antam Ambruk!
Berita terkait
Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 12.33
Harga Emas Hari Ini Melesat 2% Setelah Harga Minyak hingga Dolar AS Tertekan
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 07.33
Harga Emas Tembus US$ 4.400, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 07.20
Sempat Anjlok, Ini Penyebab Harga Emas Global Kembali Melesat
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.08