Rantai Dingin Kunci Tekan Susut Hasil Perikanan dan Perkuat KNMP
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Infrastruktur sistem rantai dingin (cold chain) dinilai penting untuk mengurangi susut hasil perikanan, menjaga mutu produk, dan meningkatkan nilai tambah industri perikanan Indonesia. Anggota Komisi IV DPR Prof Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa keterbatasan rantai dingin menyebabkan kualitas ikan menurun, sehingga harga jual juga rendah dan ekspor tidak menjanjikan. Produksi perikanan Indonesia mencapai sekitar 15 juta ton per tahun, namun pemanfaatan sistem rantai dingin masih di bawah 12 persen dari total produksi.
Rokhmin menekankan perlunya penguatan rantai dingin secara menyeluruh mulai dari kapal, lokasi pendaratan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga ke konsumen. Teknologi efisien dan rendah emisi, termasuk penggunaan energi surya, perlu diterapkan untuk mendukung sistem ini. Gagasan penggunaan energi surya di sektor perikanan sudah mulai diinisiasi sebelumnya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti ITB dan ITS.
Pengembangan teknologi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi operasional di sentra-sentra perikanan agar dapat diterapkan secara efektif dan bertahap.
Bagikan
Berita terkait
Menteri Trenggono Rayakan HUT RI di Kampung Nelayan, Janji Tuntaskan Semua Masalah
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.00
Kampung Nelayan Merah Putih Diperluas, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Pesisir
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.36
Pusat Mengucurkan Dana Rp22 Miliar untuk Bangun 4 KNMP
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.56
Polisi Gagalkan Penyelundupan 150 Ribu Benih Lobster di Tol Merak
Detik.com · 7 September 2026 pukul 13.54