Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Realisasi investasi Jakarta serap 289 ribu tenaga kerja

Realisasi investasi Jakarta pada semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun dan menyerap 289 ribu tenaga kerja, terdiri dari 220 ribu dari PMDN dan sekitar 78 ribu dari PMA. Capaian ini menunjukkan peran strategis investasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pencipta lapangan kerja. Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC), Ezrin Kartika, menyatakan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditinjau dari jumlah proyek yang selesai, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan, seperti peningkatan aktivitas usaha dan pertumbuhan ekonomi. Tingginya penyerapan tenaga kerja membuktikan bahwa investasi yang masuk ke Jakarta tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga membuka peluang kerja di berbagai sektor. Posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional semakin diperkuat melalui dukungan infrastruktur, pasar, dan ekosistem bisnis yang kompetitif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan proses perizinan, digitalisasi layanan, penyediaan data investasi yang komprehensif, dan pendampingan bagi investor melalui Jakarta Investment Centre (JIC). Pendampingan dilakukan sejak tahap penjajakan minat, business matching, koordinasi dengan perangkat daerah dan BUMD, hingga realisasi investasi, sehingga investor mendapatkan kepastian dan kemudahan. Sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan juga dijaga agar momentum pertumbuhan investasi tetap positif. Investasi ini mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dengan realisasi investasi yang mencapai Rp173,6 triliun pada semester I 2026, Jakarta berhasil menyerap 289 ribu tenaga kerja. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Pemprov DKI untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor, sekaligus memastikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah seperti digitalisasi layanan dan pendampingan langsung melalui JIC diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk menarik lebih banyak investasi di masa depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait