Rektor Yarsi Soroti Belum Jelasnya Standar Kampus Ramah Disabilitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323704/original/001004400_1786660351-IMG_2958.jpg)
Rektor Universitas Yarsi Ratna Sitompul menyoroti belum jelasnya standar nasional mengenai penerimaan dan pelayanan penyandang disabilitas di perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan saat Pelatihan Strategi Pelayanan Prima Ramah Keberagaman Individu bagi Tenaga Kependidikan Yarsi pada Kamis (13/8/2026). Ratna mengaku belum mengetahui pasti apakah pemerintah telah memiliki standar acuan tersebut. Menurutnya, panduan resmi diperlukan agar kampus memiliki acuan pasti menyiapkan fasilitas dan layanan inklusif bagi mahasiswa serta tenaga kependidikan.
Universitas Yarsi saat ini menjalankan pelayanan inklusif berdasarkan komitmen internal dan referensi mandiri, salah satunya melibatkan staf pengajar penyandang disabilitas untuk memberi masukan. Ratna berharap adanya standar nasional yang dapat menjadi dasar sertifikasi kampus ramah disabilitas demi kepastian kualitas layanan. Ia menilai tenaga kependidikan perlu pelatihan terukur mengacu standar tersebut. Standar itu juga penting agar pendidikan inklusif tidak hanya berkembang di Jakarta, tetapi menjangkau daerah lain seperti Medan tanpa membangun sistem dari awal. Pengalaman Yarsi diusulkan sebagai masukan pemerintah menyusun standar tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Dosen Bukan Satu-satunya Kunci Pendidikan Inklusif Kampus
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 06.45
Polda Sumsel Dukung Pendidikan Inklusif Lewat Bhayangkari Peduli
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 12.56
Kisah Tunanetra Taklukkan Batas hingga Sarjana
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 23.26
Kisah Tunanetra Taklukan Batas hingga Sarjana
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.36