Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rektor Yarsi Soroti Belum Jelasnya Standar Kampus Ramah Disabilitas

Rektor Universitas Yarsi Ratna Sitompul menyoroti belum jelasnya standar nasional mengenai penerimaan dan pelayanan penyandang disabilitas di perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan saat Pelatihan Strategi Pelayanan Prima Ramah Keberagaman Individu bagi Tenaga Kependidikan Yarsi pada Kamis (13/8/2026). Ratna mengaku belum mengetahui pasti apakah pemerintah telah memiliki standar acuan tersebut. Menurutnya, panduan resmi diperlukan agar kampus memiliki acuan pasti menyiapkan fasilitas dan layanan inklusif bagi mahasiswa serta tenaga kependidikan.

Universitas Yarsi saat ini menjalankan pelayanan inklusif berdasarkan komitmen internal dan referensi mandiri, salah satunya melibatkan staf pengajar penyandang disabilitas untuk memberi masukan. Ratna berharap adanya standar nasional yang dapat menjadi dasar sertifikasi kampus ramah disabilitas demi kepastian kualitas layanan. Ia menilai tenaga kependidikan perlu pelatihan terukur mengacu standar tersebut. Standar itu juga penting agar pendidikan inklusif tidak hanya berkembang di Jakarta, tetapi menjangkau daerah lain seperti Medan tanpa membangun sistem dari awal. Pengalaman Yarsi diusulkan sebagai masukan pemerintah menyusun standar tersebut.

Berita terkait