Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Respons Dunia Usai Hamas Setop Perang Gaza, Komentar Israel Disorot

Kelompok Palestina Hamas mengumumkan persetujuan atas kesepakatan gencatan senjata komprehensif untuk mengakhiri perang dengan Israel di Jalur Gaza. Kesepakatan ini mencakup pelucutan senjata Hamas secara bertahap dan penarikan seluruh pasukan Israel dari Gaza. Pengumuman disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump, dengan mediator dari Mesir, Qatar, Turki, dan AS yang telah merampungkan peta jalan implementasi setelah gencatan sebelumnya pada Oktober lalu tidak sepenuhnya efektif.

Implementasi kesepakatan menghadapi tantangan signifikan. Hamas menegaskan pelucutan senjata hanya dapat dilakukan jika Israel menghentikan operasi militer dan menarik pasukan. Beberapa kelompok seperti Jihad Islam Palestina menyatakan keberatan terhadap draf, sementara pejabat Israel seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir secara terbuka menolak, menyebut syarat penghentian operasi "tidak dapat diterima" dan memperingatkan Hamas dapat membangun kembali kekuatan.

Reaksi internasional beragam. Mesir, Qatar, dan Turki menyambut baik, dengan rencana pertemuan lanjutan. Negara-negara lain termasuk Pakistan, Uni Eropa, Inggris, Jerman, dan Belgia mendukung langkah ini, menekankan pentingnya penarikan pasukan Israel, akses kemanusiaan, dan solusi dua negara. Namun, keberhasilan bergantung pada mekanisme verifikasi dan komitmen semua pihak untuk mengatasi minimnya kepercayaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait