RI Bakal Punya Pabrik Baterai EV Raksasa, Ini Pemiliknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia siap meresmikan pabrik baterai EV raksasa kedua milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat. Pabrik patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL (anak usaha CATL China) telah rampung dibangun dan menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto untuk peresmiannya. Kapasitas fase pertama 6,9 GWh per tahun, dengan rencana ekspansi ke 15 GWh (ekuivalen 250 ribu unit EV). Pembangunan dimulai Juni 2024 dan selesai dalam 13 bulan; produksi percobaan sudah berjalan.
Pabrik ini mengikuti pabrik Hyundai-LG (HLI) Green Power yang beroperasi sejak Juli 2024. Keduanya menjadi tulang punggung ekosistem baterai terintegrasi bernilai US$5,9 miliar yang mencakup enam joint venture dari hulu ke hilir: pertambangan nikel (SDA, beroperasi 2023), dua smelter RKEF dan HPAL (target 2027-2028), pabrik material katoda (target 2028), pabrik sel baterai CATIB (fase 1 2026, fase 2 2028), serta daur ulang baterai (target 2031). Kepemilikan mayoritas di tangan CBL (60-70%) dengan IBC dan Antam sebagai mitra.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap Pabrik Baterai EV ke-2 RI Segera Beroperasi, Ini Pemiliknya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.35
Pabrik Baterai EV Raksasa RI Siap Beroperasi, Ini Pemiliknya
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.20
SETARA Institute Merilis Skor Audit HAM 5 Raksasa Nikel di Maluku Utara
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.31
Audit HAM SETARA Institute Sebut Tata Kelola Industri Nikel Maluku Utara Makin Matang
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 22.23