Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Harus Belajar dari Malaysia-Thailand, Cegah Petaka Otomotif Jilid 2

Industri otomotif Indonesia menunjukkan pemulihan pada 2025 dengan penjualan 803.687 unit, turun 7,2% dari 2024. Pengamat Bebin Djuana menyoroti permasalahan struktur pajak kendaraan yang membuat harga mobil di Indonesia lebih mahal dibanding negara tetangga. Contoh nyata: Xenia di Indonesia lebih mahal dari di Malaysia meski sama. Malaysia mampu menjual 820.752 unit pada 2025 berkat dominasi merek nasional seperti Perodua dan Proton yang menguasai 62,3% pasar. Di EV, Indonesia mencatat 103.931 unit penjualan (12,93% pangsa) namun 75% berasal dari impor China. Thailand lebih unggul dengan 140.000 unit EV didukung kebijakan EV3.5 dan infrastruktur pengisian cepat 7.000 unit. Indonesia perlu meninjau ulang kebijakan pajak agar harga kompetitif dan pemulihan pasar dapat berkelanjutan.

Berita terkait