RI Harus Belajar dari Malaysia-Thailand, Cegah Petaka Otomotif Jilid 2
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri otomotif Indonesia menunjukkan pemulihan pada 2025 dengan penjualan 803.687 unit, turun 7,2% dari 2024. Pengamat Bebin Djuana menyoroti permasalahan struktur pajak kendaraan yang membuat harga mobil di Indonesia lebih mahal dibanding negara tetangga. Contoh nyata: Xenia di Indonesia lebih mahal dari di Malaysia meski sama. Malaysia mampu menjual 820.752 unit pada 2025 berkat dominasi merek nasional seperti Perodua dan Proton yang menguasai 62,3% pasar. Di EV, Indonesia mencatat 103.931 unit penjualan (12,93% pangsa) namun 75% berasal dari impor China. Thailand lebih unggul dengan 140.000 unit EV didukung kebijakan EV3.5 dan infrastruktur pengisian cepat 7.000 unit. Indonesia perlu meninjau ulang kebijakan pajak agar harga kompetitif dan pemulihan pasar dapat berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
BCA Gandeng AFFIN Bank Malaysia, Nasabah Dapat Beragam Promo Eksklusif Lintas Negara
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 21.20
Miris! Banyak Timah RI Diselundupkan ke Malaysia-Singapura
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.20
BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dari Malaysia ke Indonesia
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Malaysia Terapkan SIM Harus Aktif untuk Dapat Menerima BBM Bersubsidi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.30