Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Kalah Lawan Thailand, Vietnam-Singapura, Wamendag Kasih Pesan Tegas

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan bahwa Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara ASEAN dalam ekspor makanan dan minuman (mamin) olahan. Berdasarkan Outlook Ekspor Mamin Global, total ekspor mamin Indonesia pada 2025 mencapai US$49,52 miliar, menempatkannya sebagai eksportir terbesar kedua di antara negara yang dibandingkan, setelah China, dengan pangsa sekitar 23%. Namun untuk makanan olahan, Indonesia hanya berada di peringkat keempat ASEAN dengan nilai US$6,25 miliar, jauh di bawah Thailand yang mencapai US$17,69 miliar. Vietnam mencatat US$8,89 miliar dan Singapura US$6,5 miliar. Selisih nilai ekspor Indonesia dengan Thailand mencapai sekitar US$11,44 miliar.

Struktur ekspor kedua negara pun berbeda. Lima produk mamin terbesar Indonesia didominasi minyak sawit (US$34,4 miliar), disusul perikanan (US$4,2 miliar), kakao (US$3,6 miliar), kopi/teh/rempah (US$3,4 miliar), dan olahan pangan (US$2 miliar). Sementara lima produk terbesar Thailand terdiri dari olahan daging dan ikan (US$7,1 miliar), pakan ternak (US$3,5 miliar), olahan pangan (US$3,5 miliar), gula (US$3,1 miliar), serta buah dan sayuran (US$3 miliar).

Roro menilai Indonesia memiliki modal besar berupa basis industri, komoditas, dan pasar domestik. Namun peningkatan kualitas produk menjadi pekerjaan rumah utama agar mampu menembus standar pasar internasional. Ia menekankan semangat kolaborasi dan gotong royong diperlukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara tetangga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait