Wamendag Ungkap Ekspor Makanan Olahan RI Kalah Jauh dari Thailand
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa nilai ekspor makanan olahan Indonesia pada 2025 mencapai US$6,25 miliar, berada di peringkat keempat di ASEAN. Posisi ini jauh tertinggal dibandingkan Thailand yang mencatat US$17,69 miliar, serta Vietnam (US$8,89 miliar) dan Singapura (US$6,5 miliar). Meskipun Indonesia termasuk lima besar, Roro menekankan perlunya peningkatan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar internasional yang memiliki standar masing-masing.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nasional pada 2026 sebesar 5,3-6,9 persen, dengan proyeksi mencapai US$315 miliar. Sektor makanan dan minuman (F&B) menjadi bagian penting dari target ini. Untuk mendukung penetrasi pasar ekspor, Kemendag mengandalkan jaringan 33 perwakilan di luar negeri melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) sebagai jembatan antara pelaku usaha lokal dan calon pembeli internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 12.26
Wamendag: Ekspor F&B masuk lima besar ASEAN
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.45
Wamendag Keluarkan Jurus Ini Kejar Target Ekspor RI US$315 Miliar
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.55
Timur Tengah Ditarget Jadi Pasar Produk Mamin Halal RI, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.55
RI Kalah Lawan Thailand, Vietnam-Singapura, Wamendag Kasih Pesan Tegas
Berita terkait
Semester I 2026, Campuspreneur Cetak Wirausaha Muda Siap Ekspor
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.58
Wamendag Ungkap Jurus Kejar Target Ekspor Rp5.618 T
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 04.45
Art Toys RI Berpeluang Cuan Rp 17 Miliar dari Pasar Korea Selatan
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 18.01
Bali Ekspor Salak Gula Pasir ke Tiongkok, Wamendag & Koster Berpesan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.12