Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Siaga Darurat Kebakaran! Awan Hujan Tipis-Asap Mulai Menyeberang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 48.889,69 hektare hingga 9 Agustus 2026. Terluas di Kalimantan Barat 28.680,47 ha, disusul Riau 15.551,76 ha, Kalimantan Tengah 3.069,52 ha, Sumatra Selatan 664,87 ha, Jambi sekitar 540 ha, dan Kalimantan Selatan 383,07 ha. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan darurat karhutla yang dipimpin Menko Polkam Djamari Chaniago di Jakarta, 10 Agustus 2026. BMKG memprakirakan risiko karhutla meningkat hingga puncaknya pada Agustus-September 2026, terutama di Sumatra dan Kalimantan.\n\nKepala BNPB Suharyanto menegaskan operasi satgas darat menjadi ujung tombak karena operasi modifikasi cuaca (OMC) bergantung pada ketersediaan awan hujan dan belum optimal hingga akhir Agustus. Saat ini tersedia 35 armada, terdiri dari 12 helikopter/pesawat patroli, 21 helikopter water bombing, dan dua pesawat OMC; delapan helikopter water bombing tambahan diupayakan. Asap karhutla juga telah menyeberang ke Malaysia, terpantau pada 4 serta 6-9 Agustus 2026. Kualitas udara memburuk; nilai AQI tertinggi di Pontianak mencapai 193, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.\n\nSejumlah daerah menetapkan status siaga darurat karhutla, antara lain Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan berbagai kabupaten/kota. BNPB mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar dan memperkuat pencegahan dini. Ia juga menyoroti masih ada peraturan daerah yang memperbolehkan pembakaran lahan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait