Ribuan Orang Terdampak, Pemerintah Pantau Kondisi Darurat Usai Gempa M 7 NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia memonitor kondisi darurat pascagempa magnitudo 7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Menko PMK Pratikno dalam rapat koordinasi tingkat menteri Sabtu (15/8/2026) menyampaikan duka cita dan menegaskan perintah Presiden Prabowo: keselamatan masyarakat prioritas utama, kecepatan respons kunci. Pemerintah menggerakkan bantuan tahap pertama 50.000 paket sembako via pesawat TNI AU. Data BNPB pukul 15.00 WIB mencatat 38 meninggal, 2 luka berat, 11 luka ringan, dan 2.000+ warga mengungsi. Basarnas, BNPB, TNI, Polri melakukan pencarian dan evakuasi dengan helikopter serta pesawat kecil untuk personel, logistik, dan korban. Menko PMK bersama Kepala BNPB, Menteri PU, Mendagri, Wamenkes dijadwalkan ke lokasi malam itu. Pemerintah memastikan saluran bantuan darurat, layanan kesehatan, pengungsian, logistik, dukungan keluarga korban, dan pemulihan fasilitas umum berjalan maksimal sambil memantau potensi gempa susulan. Masyarakat diminta tenang dan mengikuti info resmi BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 15.06
Respons Cepat Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Bantuan ke Korban Gempa NTT
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.20
Yorrys Raweyai Minta Seluruh Pihak Berkoordinasi untuk Selamatkan Korban Gempa NTT
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.14
Update Gempa NTT, Korban Meninggal 68 Orang
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.01
Pasca-Gempa NTT, Pertamina Patra Niaga Pasok BBM Pulau Flores dari Bima
Berita terkait
Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah Korban Gempa NTT hingga Rp 70 Juta
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.56
Pemerintah Terbitkan Kembali Dokumen yang Hilang Milik Korban Gempa NTT
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 22.20
Pemprov DKI Himpun Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.26
Gibran Kunjungi Posko Gempa NTT, Bagi-Bagi Perlengkapan Bayi
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.32