Rio Capella Sebut Partai Hanura Usulkan Perubahan Sistem Pemilu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Tim Satuan Tugas Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan bahwa partainya mengusulkan perubahan sistem Pemilu legislatif dari sistem proporsional terbuka ke sistem kombinasi antara proporsional tertutup dan terbuka. Usulan ini disampaikan dalam kegiatan konsolidasi Partai Hanura di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 10 Agustus 2026. Rio menjelaskan bahwa sistem proporsional terbuka saat ini berpotensi menyebabkan kader yang berkomitmen dan gigih membesarkan partai tersingkir oleh calon yang lebih kuat secara keuangan. Menurutnya, sistem ini membuat kontestasi Pemilu seperti pasar bebas, di mana orang yang tidak terlibat dalam proses berpartai dapat memenangkan kursi hanya karena modal atau kapital yang besar. Oleh karena itu, Hanura berharap agar peran partai politik dalam menentukan calon legislatif yang berkualitas dapat ditingkatkan, sambil tetap memberikan ruang bagi calon untuk memperoleh kursi berdasarkan perolehan suara. Rio menekankan bahwa tujuan dari perubahan sistem ini adalah untuk meningkatkan kualitas anggota DPR, DPRD tingkat pertama, dan tingkat kedua, khususnya pada Pemilu 2029. Dengan demikian, diharapkan proses demokrasi di Indonesia dapat menghasilkan perwakilan yang lebih kompeten dan mewakili kepentingan rakyat dengan lebih baik.
Bagikan
Berita terkait
Tetangga RI Diguncang Perang Saudara, Militer Vs Sipil-100.000 Tewas
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 13.45
PDIP Harap Tak Ditinggal Pembahasan RUU Pemilu di DPR, Dasco Menjawab
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 00.00
Palestina Bersiap Gelar Pemilu Legislatif Pertama dalam Hampir 20 Tahun
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 23.55
Voxstream dan ADKASI Dorong Politik Berbasis Data Menuju Pemilu 2029
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.05