Robot Humanoid, Perang Dagang Terbaru Trump dengan China?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Trump pada 28 Juli 2025 melalui FCC melarang robot humanoid dan robot berkaki empat buatan luar negeri masuk ke AS dengan alasan keamanan nasional. Robot-robot tersebut dianggap berpotensi mengumpulkan data warga Amerika dan dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh badan intelijen asing. Langkah ini secara langsung menargetkan Cina, yang menurut Barclays menyumbang sekitar 85% produksi robot humanoid dunia. Perusahaan Cina Unitree Robotics menjadi sorotan utama karena masuk dalam daftar Pentagon sebagai entitas yang memiliki hubungan dengan militer Cina.
Cina menolak tuduhan tersebut dan menyatakan AS menggunakan alasan keamanan nasional sebagai dalih untuk menutup pasar dan menekan perkembangan teknologi Cina. Beijing diperkirakan akan mengambil langkah balasan berupa pembatasan ekspor bahan baku penting yang dibutuhkan perusahaan robotika AS. Perang dagang ini memperlihatkan ketimpangan posisi kedua negara: AS lebih unggul dalam pengembangan AI sebagai "otak" robot, sementara Cina unggul dalam produksi massal dengan harga yang sering kali setengah lebih murah. Enam dari sepuluh perusahaan robotika teratas dunia berasal dari Cina.
Para kritikus memperingatkan larangan ini dapat memperlambat inovasi AI di AS karena banyak peneliti bergantung pada robot Cina yang terjangkau untuk eksperimen. Namun, industri robotika diproyeksikan tumbuh pesat dari 2-3 miliar dolar saat ini menjadi 200 miliar dolar pada 2035 menurut Barclays, dengan Elon Musk menyatakan robot Tesla Optimus berpotensi menjadi produk terbesar yang pernah ada.
Bagikan
Berita terkait
FOTO: Ribuan Humanoid Bersiap Jelang Olimpiade Robot di Beijing
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 15.00
40 Negara Kini "Ditandai" Trump Termasuk RI, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.40
LG Gandeng Nvidia Kembangkan Robot Humanoid, Diperkenalkan Awal 2027
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 14.45
Trump Kenakan Tarif Baru Drone, Jepang dan Korea Selatan Kena 15 Persen
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.15