RRI Dalam Catatan Jenderal Nasution
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 20 Januari 1949, tim TNI nekat mengevakuasi pemancar radio RRI berat 1,5 ton dari Desa Puntukrejo ke Balong, lereng Gunung Lawu, menyingkirkan garis pertahanan Belanda. Operasi ini membangun stasiun gerilya pertama pasca Agresi Militer II (Desember 1948) yang menghancurkan semua pemancar RRI. Dibantu Tim Terlab, Letnan II Damanak, dan Tentara Pelajar, mereka menindaklanjuti instruksi GM II untuk melanjutkan perang informasi demi menyampaikan suara kedaulatan Indonesia. Pembangkit listrik 5 ton juga disembunyikan untuk menyalakan stasiun. Operasi ini menandai upaya memulihkan siaran domestik dan internasional pasca kehilangan semua stasiun utama.
Bagikan
Berita terkait
Temu Kangen Pensiunan RRI: Sinergi Lintas Generasi
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.59
81 Tahun Indonesia Merdeka, Senyum di Pelosok Masih Menjadi Kemewahan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.07
Dari Jepang hingga Belanda, Dubes Negara Sahabat Bicara Indonesia di Usia 81 Tahun
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 20.30
8 Jam Menembus Domei dan Berita Kemerdekaan yang Tak Serentak
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.20