Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

RRI Dalam Catatan Jenderal Nasution

Pada 20 Januari 1949, tim TNI nekat mengevakuasi pemancar radio RRI berat 1,5 ton dari Desa Puntukrejo ke Balong, lereng Gunung Lawu, menyingkirkan garis pertahanan Belanda. Operasi ini membangun stasiun gerilya pertama pasca Agresi Militer II (Desember 1948) yang menghancurkan semua pemancar RRI. Dibantu Tim Terlab, Letnan II Damanak, dan Tentara Pelajar, mereka menindaklanjuti instruksi GM II untuk melanjutkan perang informasi demi menyampaikan suara kedaulatan Indonesia. Pembangkit listrik 5 ton juga disembunyikan untuk menyalakan stasiun. Operasi ini menandai upaya memulihkan siaran domestik dan internasional pasca kehilangan semua stasiun utama.

Berita terkait